Minggu, 04 Februari 2018

MANAJEMEN PROYEK KONSTRUKSI

Sebuah proyek akan benar-benar menghasilkan output yang maksimal apabila di manage dengan baik dan benar. Mengapa harus baik dan benar? Itu karena dalam proyek konstruksi, apa yang menurut kita baik, belum tentu benar, begitu juga sebaliknya, apa yang menurut kita benar,belum tentu baik.
Bagaimana mengatur dan mengarahkan agar sebuah proyek dapat berhasil secara maksimal? Sebuah jawaban yang sulit karena tidak ada satupun teori dan aturan dalam sebuah system operasi kerja yang menyatakan dirinya terbaik. Setiap proyek memiliki permasalahan yang berbeda. Pelaksanaan oleh orang-orang yang berkompeten dan berpengalaman dalam bidangnyalah satu-satunya jawaban paling mendekati.
Berbicara tentang pelaksanaan, ada baiknya kita mengenal beberapa istilah jabatan dalam system organisasi Proyek konstruksi:

11.       Project Manager
Project Manager atau sering dikenal dengan singkatan PM, memiliki fungsi utama sebagai pemegang manajerial tertinggi dalam Proyek Konstruksi. Jabatan ini memiliki peran kedalam dan keluar Proyek, ke atas maupun ke bawah. Keatas dalam hal ini adalah Pemilik Proyek dan ke bawah berarti berperan dalam mengatur bawahannya. Seorang PM harus memiliki kecapakan dalam kepemimpinan. Dalam sebuah Proyek, tak jarang harus berhubungan dengan lingkungan sekitar, misalnya aparatur Negara, Organisasi Masyarakat, Adat, warga sekitar yang bersinggungan dengan proyek, dalam hal ini, seorang PM harus mampu menjalin hubungan dengan mereka. Selain itu, fungsi ke dalam adalah dalam arti, Seorang PM harus mampu memperkirakan, membuat jadwal, melihat factor-faktor resiko, memilih metode pengerjaan yang tepat, menghitung perkiraan budget dan sebagainya, agar Proyek berjalan dengan lancer. Dan disamping itu semua, seorang PM harus mampu mengendalikan anggota, menjaga semangat, mengatur ritme kerja proyek, dan juga memiliki hubungan yang baik dengan vendor, sub kontraktor, supplier dan pemilik proyek.  

22.       Site Manager
Site manager atau sering disingkat SM, adalah fungsi dari PM tetapi terbatas dalam Site (Area kerja) ke bawah. Contoh SM adalah ketika pembangunan 2 gedung, maka tiap gedung ada baiknya dipimpin oleh seorang Site Manager. Jabatan SM biasanya tergantung makin luas atau makin kompleksnya sebuah proyek. Makin luas, makin banyak jabatan SM agar lebih efektif.
Contoh lainnya: di dalam proyek Bandara Internasional, Proyek di bagi menjadi 2 area besar yakni, sisi darat dan sisi udara. Sisi darat meliputi terminal, cargo, kantor, parker, landscape dan lain-lain. Sisi udara meliputi Pematangan lahan, runway, taxiway, lampu sign dsb.Nah dalam proyek ini, kita bisa bagi dengan SM sisi Udara dan SM sisi darat.
Meskipun jabatan SM secara structural tidak bertanggung jawab dengan lingkungan luar, tapi ada baiknya seorang SM tetap memback up permasalahan di luar, karena Jabatan SM itu adalah masa transisi sebeum mampu menjadi PM. Kadang-kadang pula, SM ini juga bertindak sebagai wakil / Deputy PM apabila sedang tidak berada di dalam site.

33.       Site Engineer
Site Enginer atau sering disingkat SE, adalah motor penggerak dalam sebuah proyek. Jabatan ini sangat vital. Karena semua masalah teknis ada di seorang Engineer. Bagaimana perhitungannya, gambarnya, metode pelaksanaan, hingga jumlah tenaga yang dibutuhkan, seorang SE harus mampu mengolahnya. Dalam sebuah proyek yang besar, Engineer bisa terbagi sesuai dengan cakupan bidang yang sedang dikerjakan, seperti Engineer Struktur, engineer arsitek, engineer mekanikal, engineer elektrikal, engineer hauling dan sebagainya.

44.       Superintendant
Posisi ini lebih bersifat koordinator bagi lapisan dibawahnya. Bertugas menjembatani kebutuhan dari supervisor-supervisor ke manajerial diatasnya. Superintendant memiliki kecapakan kepemimpinan di lapangan dan harus jeli melihat hal-hal yang menyimpang dari mekanisme proyek. Selain itu, kemampuan administratif harus dimiliki juga untuk menunjang efisiensi kerja

55.       Cost Control

  
66.       Drafter


77.       Site Supervisor
Supervisor adalah pengawas. Aspek pengawasan adalah salah satu yang terpenting dalam skema pelaksanaan proyek.
Contoh tanggung jawab Supervisor: Mengawasi ukuran apakah sudah benar, mengawasai apakah material yang dipakai sudah tepat sesuai apa yang tertera dalam dokumen, mengawasi tingkat mutu hasil akhir.
88.       Cost Control
99.         Quantity Surveyor
110.   Pelaksana
111.   Logistik
112.   Gudang
113.   Keuangan
114.   Purchasing
115.   Kasir
116.   Mandor
117.   Kepala Tukang
118.   Tukang
119.   Helper

SABAR YAAAA, LAMAN INI MASIH UNDERCONSTRUCTION

Rabu, 27 Desember 2017

MENGENAL TURAP DAN TEKNIKNYA.

TURAP atau sering juga disebut siring atau siringan, adalah dinding yang difungsikan untuk menahan mekanika tanah. Seperti diketahui, tanah memiliki pergerakan baik itu pergerakan akibat beban dari gaya gravitasi atau pergerakan karena struktur tanah yang dipengaruhi oleh air tanah atau pergerakan lapisan bawah bumi.
Pergerakan tanah ini merupakan gejala alam yang wajar, dalam ilmu tanah disebut juga tanah memiliki sifat mekanika. dan dalam ilmu Sipil & Kontruksi, bisa disiasati dengan pemanfaatn teknik dinding Penahanan Tanah. Selain karena alas an mekanika tanah, turap juga sering digunakan untuk leveling permukaan tanah yang diinginkan.

Pemanfaatan Penahan tanah untuk menagani Sliding atau longsor
Gambar berikut menjelaskan, bahwa Turap diharapkan mampu menahan beban tanah yang berpotensi Sliding atau longsor, sisa lahan setelah di turap pun bisa dimanfaatkan kembali tanpa takut resiko celaka akibat longsor.

Pemanfaatan Penahan tanah untuk leveling tanah
Sedangkan gambar yang berikut menjelaskan dimana turap dapat dimanfaatkan untuk leveling atau meninggikan permukaan tanah. Ketika tanah yang kurang tinggi tidak bisa dimanfaatkan untuk aktivitas manusia, turap dapat di hadirkan untuk membuat nilai lebih dari sebidang tanah.
Bagian yang harus terdapat dalam Turap antara lain:
PONDASI TELAPAK: bahan utama adalah beton bertulang, fungsi dari pondasi telapak atau Pile Cap ini adalah sebagai struktur penguat dari turap. Perlu diingat, tugas utama turap ini adalah menahan beban tanah agar tidak sliding, jadi penahan ini harus lebih kuat dari tanahnya. Alangkah lucunya apabila penahan beban tanah justru malah tidak kuat menahan beban dirinya sendiri.

KOLOM: Bahan utamanya adalah beton bertulang, fungsi dari kolom ini adalah sebagai pemegang susunan turap, kolom juga sebagai penumpu dari Sloof dan Ring Beam yang membentuk jalinan struktur yang akan bekerja bersama menumpu kekuatan.

SLOOF: Bahan utamanya adalah beton bertulang. Fungsi dari Sloof ini adalah sebagai penahan atau tumpuan beban turap sekaligus penghubung antar kolom kekolom lain.

RING BEAM: Bahan utamanya adalah beton bertulang. Fungsi dari Ring Beam atau balok cincin  ini adalah sebagai penahan atau tumpuan beban turap sekaligus penghubung antar kolom kekolom lain. Perbedaan dari Sloof adalah Ring ini letaknya tidak di dasar melainkan di tenga atau di ujung turap.
Ring ini juga berfungsi mereduksi jumlah beban yang dihasilkan oleh susunan bahan turap, memisah-misah mereka per zona, jadi beban struktur di bawahnya terkurangi dengan adanya Ring Beam ini.

TURAP:   Bahan utama dari turap ini bermacam-macam, tergantung dari ciri khas material di tiap daerah.
Batu padas, batu kali, batu gunung, Beton, Batu bata, atau bisa juga Kayu keras sering dipakai untuk bahan utama struktur turap. Bahkan untuk penanggulangan kondisi darurat, turap sering diganti oleh pasir yang tempatkan di karung-karung, sekedar menahan sementara.

Pipa Penyaluran Air Tanah: Tanah yang lembab sehabis hujan akan menyimpan air lebih banyak dari ketika kering. Air yang diserap dalam tanah inilah yang bisa mempercepat proses sliding tanah. Agar tidak menimbulkan potensi tekanan, air ini harus diarahkan ke luar dari tanah secepatnya, untuk itu turap harus diberi lubang-lubang untuk menyalurkan air tanah keluar dari tanah.

PANCANG: Untuk kasus-kasus tertentu, pemakaian pancang untuk memperkuat Turap sangat disarankan, terutama untuk area-area yang benar-benar berpotensi tinggi terhadap sliding dan amblas. Pancang ini berfungsi antara lain untuk: menyalurkan beban ke tanah yang lebih keras di lapisan dalam tanah dan menambah gaya gesek (friksi) terhadap tanah sehingga struktur turap lebih kuat. PErlu atau tidaknya pancang harus ditentukan oleh expert atau ahlinya, setelah sebelumnya, area diselidiki dengan penelitian Daya Dukung Tanah (Sondir test) untuk mengetahui nilai kekuatan dari tanah di area yang akan diturap. 
Section View Turap


Isometric View Turap

Demikianlah sekilas info tentang Turap, apabila belum sempurna, mohon dimaklumi karena kami adalah pelaksana lapangan, teori-teori yang kami pakai adalah teori yang lazim dilaksanakan di lapangan. Apabila diantara anda disekitar Kalimantan Timur dan sekitarnya yang membutuhkan Penurapan, jangan segan-segan menghubungi kami.



HARGA
Untuk tahun 2018 ini, kisaran harga Turap dengan bahan utama batu gunung adalah berkisar Rp 1.500.000 per M3 (Kubik) bahan jadi. Sudah termasuk struktur beton bertulang standar (untuk struktur yang tidak rumit). Tentunya apabila ada hal-hal lain yang menimbulkan kenaikan harga, seperti jarak, kesulitan medan, tingkat kualitas bahan dan lain-lain, akan kami tentukan setelah survey lokasi.
Sedangkan untuk jasa / upah pekerja, berkisar di Rp. 600.000 per M3 (Kubik) bahan jadi.

Nah bagi yang ingin menghubungi kami, call aja
081255095604
0816207441


Rabu, 11 Januari 2017

DUCTING AC BALIKPAPAN
Bagi yang masih awam, Ducting memang membingungkan. Apakah itu ducting? Tidak banyak yang tahu bahkan yang sudah bergerak di bidang konstruksi pun belum tentu tahu. Nah perlu kami jelaskan
disini bahwa Ducting berasal dari kata Duct, bahasa Inggris yang berarti Saluran. Istilah Ducting
di konstruksi bangunan berarti kurang lebih saluran yang dibangun untuk menyalurkan sesuatu.
Ducting dalam sistem HVAC (Heating Ventilation and Air Conditioning) berarti saluran untuk
menyalurkan udara. Untuk Heating, berarti udara yang sudah dipanaskan oleh mesin pemanas, disalurkan ke arah sesuai keinginan untuk menghangatkan lingkungan. (di Indonesia jarang sekali ada sistem pemanas ruangan, karena negeri kita sudah hot..). Ducting di Indonesia lebih dikenal untuk
menyalurkan udara dingin, ventilasi atau sirkulasi udara, udara kotor atau asap.
 
DUCTING PENDINGIN
Perangkat pendinginan untuk gedung besar, mall, gedung pertemuan, hall, pusat perbelanjaan, dsb
biasanya menggunakan sistem pendingin AC Central atau juga Split Duct. Sistem ini adalah unit
mesin Pendingin baik Outdoor maupun Indoor Unit berada di tempat yang jauh dari titik dimana
udara dingin harus disalurkan, sehingga harus dibangun sistem penyalur yang dirancang khusus
untuk menyalurkan udara dingin ke tempat yang diinginkan.
Sistem saluran Ducting ini lazimnya terbuat dari Seng BJLS atau bahan khusus Ducting yang terbuat dari busa Polyurethane atau PU atau sering juga diucapkan dengan PIYU. Busa ini dilapisi dikedua sisinya dengan lembaran alumunium Foil. Ketebalan Polyurethane ini standarnya adalah 1" (2.54 cm)
tapi bila kita ukur tidak sampai 2.54 cm, sekitar 2.4 cm saja, tapi dipasaran, orang mengenalnya
tebal 1 inci.
 
Pembahanan Ducting PU

Saluran ini digantungkan diatas plafon (bila ada plafonnya), membentang dari unit Indoor ke titik
outlet yang disebut Diffuser. Kemudian udara yang di ruangan disedot kembali melalui Return outlet
untuk dimasukkan sebagian ke Unit indoor lagi, atau dibuang ke udara bebas melalui ducting
exhaust fan. Di beberapa sistem ruangan, tidak semua sistem pendinginan akan sama, tergantung dari perencana sistem AC yang memutuskan apakah ruangan tersebut menggunakan return, atau udara dingin dibuang ke luar ruangan.
Demikian sekilas tentang sistem Ducting. Apabila diantara pembaca sedang membutuhkan pembuatan saluran Ducting untuk AC, terutama yang menggunakan bahan Polyurethane (PU) bisa hubungi kami, kami siap untuk melayani anda terutama untuk area Kalimantan Timur. Tidak tertutup kemungkinan juga untuk area Kaltim dan sekitaranya seperti, Banjarmasin, palangkaraya, Pontianak, Tarakan, SUlawesi dan area lainnya selama masih bisa dikunjungi :)
 
HARGA
Tahun 2017 ini kisaran harga untuk area Balikpapan, Samarinda dan kota - kota lain di Kalimantan Timur dengan asumsi, lokasi terjangkau, adalah:
 
- Ducting PU terpasang, belum termasuk Hanger & support, Flexible, volume dumper, blower dsb
  adalah Rp. 450.000/ m2 (meter persegi bahan jadi)

- Upah kerja terpasang, belum termasuk upah pasang Hanger & support, Flexible, volume dumper, blower dsb adalah Rp. 170.000/ m2 (meter persegi bahan jadi)
 
harga ini tidak mengikat, hanya merupakan ilustrasi, biaya-biaya lain akan timbul tergantung dari lokasi, transportasi, akomodasi dan sebagainya.
 
Nah bagi yang ingin menghubungi kami, call aja
081255095604
0816207441