MANAJEMEN PROYEK KONSTRUKSI
Sebuah proyek akan benar-benar
menghasilkan output yang maksimal apabila di manage dengan baik dan benar. Mengapa harus baik dan benar? Itu
karena dalam proyek konstruksi, apa yang menurut kita baik, belum tentu benar,
begitu juga sebaliknya, apa yang menurut kita benar,belum tentu baik.
Bagaimana mengatur dan
mengarahkan agar sebuah proyek dapat berhasil secara maksimal? Sebuah jawaban
yang sulit karena tidak ada satupun teori dan aturan dalam sebuah system
operasi kerja yang menyatakan dirinya terbaik. Setiap proyek memiliki
permasalahan yang berbeda. Pelaksanaan oleh orang-orang yang berkompeten dan
berpengalaman dalam bidangnyalah satu-satunya jawaban paling mendekati.
Berbicara tentang pelaksanaan,
ada baiknya kita mengenal beberapa istilah jabatan dalam system organisasi
Proyek konstruksi:
11. Project
Manager
Project Manager
atau sering dikenal dengan singkatan PM, memiliki fungsi utama sebagai pemegang
manajerial tertinggi dalam Proyek Konstruksi. Jabatan ini memiliki peran kedalam
dan keluar Proyek, ke atas maupun ke bawah. Keatas dalam hal ini adalah Pemilik
Proyek dan ke bawah berarti berperan dalam mengatur bawahannya. Seorang PM
harus memiliki kecapakan dalam kepemimpinan. Dalam sebuah Proyek, tak jarang
harus berhubungan dengan lingkungan sekitar, misalnya aparatur Negara,
Organisasi Masyarakat, Adat, warga sekitar yang bersinggungan dengan proyek,
dalam hal ini, seorang PM harus mampu menjalin hubungan dengan mereka. Selain
itu, fungsi ke dalam adalah dalam arti, Seorang PM harus mampu memperkirakan,
membuat jadwal, melihat factor-faktor resiko, memilih metode pengerjaan yang
tepat, menghitung perkiraan budget dan sebagainya, agar Proyek berjalan dengan
lancer. Dan disamping itu semua, seorang PM harus mampu mengendalikan anggota,
menjaga semangat, mengatur ritme kerja proyek, dan juga memiliki hubungan yang
baik dengan vendor, sub kontraktor, supplier dan pemilik proyek.
22. Site
Manager
Site manager
atau sering disingkat SM, adalah fungsi dari PM tetapi terbatas dalam Site
(Area kerja) ke bawah. Contoh SM adalah ketika pembangunan 2 gedung, maka tiap
gedung ada baiknya dipimpin oleh seorang Site Manager. Jabatan SM biasanya
tergantung makin luas atau makin kompleksnya sebuah proyek. Makin luas, makin
banyak jabatan SM agar lebih efektif.
Contoh lainnya:
di dalam proyek Bandara Internasional, Proyek di bagi menjadi 2 area besar
yakni, sisi darat dan sisi udara. Sisi darat meliputi terminal, cargo, kantor,
parker, landscape dan lain-lain. Sisi udara meliputi Pematangan lahan, runway,
taxiway, lampu sign dsb.Nah dalam proyek ini, kita bisa bagi dengan SM sisi
Udara dan SM sisi darat.
Meskipun jabatan
SM secara structural tidak bertanggung jawab dengan lingkungan luar, tapi ada
baiknya seorang SM tetap memback up permasalahan di luar, karena Jabatan SM itu
adalah masa transisi sebeum mampu menjadi PM. Kadang-kadang pula, SM ini juga
bertindak sebagai wakil / Deputy PM apabila sedang tidak berada di dalam site.
33. Site
Engineer
Site Enginer
atau sering disingkat SE, adalah motor penggerak dalam sebuah proyek. Jabatan
ini sangat vital. Karena semua masalah teknis ada di seorang Engineer.
Bagaimana perhitungannya, gambarnya, metode pelaksanaan, hingga jumlah tenaga
yang dibutuhkan, seorang SE harus mampu mengolahnya. Dalam sebuah proyek yang
besar, Engineer bisa terbagi sesuai dengan cakupan bidang yang sedang
dikerjakan, seperti Engineer Struktur, engineer arsitek, engineer mekanikal,
engineer elektrikal, engineer hauling dan sebagainya.
44. Superintendant
Posisi ini lebih
bersifat koordinator bagi lapisan dibawahnya. Bertugas menjembatani kebutuhan
dari supervisor-supervisor ke manajerial diatasnya. Superintendant memiliki
kecapakan kepemimpinan di lapangan dan harus jeli melihat hal-hal yang
menyimpang dari mekanisme proyek. Selain itu, kemampuan administratif harus
dimiliki juga untuk menunjang efisiensi kerja
55. Cost
Control
66. Drafter
77. Site
Supervisor
Supervisor adalah pengawas. Aspek
pengawasan adalah salah satu yang terpenting dalam skema pelaksanaan proyek.
Contoh tanggung jawab Supervisor: Mengawasi
ukuran apakah sudah benar, mengawasai apakah material yang dipakai sudah tepat
sesuai apa yang tertera dalam dokumen, mengawasi tingkat mutu hasil akhir.
88. Cost
Control
99. Quantity
Surveyor
110. Pelaksana
111. Logistik
112. Gudang
113. Keuangan
114. Purchasing
115. Kasir
116. Mandor
117. Kepala
Tukang
118. Tukang
119. Helper